Machete Cafe, Cafe asik di tengah hutan pinus


Gak terasa udah hampir 3 tahun pulang ke kampung halaman setelah 10 tahun lamanya menjadi buruh migran di negara seribu beton, Hongkong. Dulu, saat bekerja di Hongkong, hampir setiap liburan entah itu hari minggu atau tanggal merah, aku biasa ngumpul sama temen temen sesama buruh migran dari Indonesia yang beberapa diantaranya tinggal di kota yang sama denganku, kota Batu. Dan dari banyak teman itu, sudah banyak diantara mereka yang kini sudah menjadi purna TKW dan hidup sebagai ibu rumah tangga. Sayangnya, kesibukan sebagai ibu rumah tangga ternyata membuat kami jadi susah ngumpul seperti dulu hingga kami memutuskan untuk sekedar melepas kangen mumpung momennya masih di bulan syawal, reuni kecil kecilan gitu deh.


Nyari tempat nongkrong yang asik di kota Batu itu gampang banget, saking banyaknya. Tapi nyari tempat yang nyaman buat ngobrol, makan, tapi sekaligus aman untuk anak anak bermain, dan yang terpenting udaranya sejuk karena dikelilingi pohon pinus, cuma Machete Cafe yang cocok. Maklum emak emak, selain butuh kongkow bareng temen lama, juga harus momong para krucil yang super aktif. Saking aktifnya, putra salah satu temanku yang berumur 5 tahun bahkan nekad nyebur ke kolam yang memang dangkal, wedeeeew, basah basahan malah seneng dia, #haha.



Terletak di area wana wisata Coban Rais, cafe yang hanya berjarak sekitar 1,5 km dari homestay eren ini menawarkan suasana yang lain daripada cafe cafe lain yang biasa kita datangi. Konsep yang disajikan adalah konsep out door dengan mempertahankan kealamian hutan pinus. Meja untuk menyajikan makanan terbuat dari kayu yang masih asli sehingga terkesan unik dan alami. Banyak pengunjung yang asik ber-selfie ria sambil menunggu makanan dihidangkan.

Bukan hanya meja makannya yang unik, taman bunga rottensia yang indah juga tak luput dari jepretan para pengunjung yang hobi bernarsis ria, (itu akuuuuuu! haha). Di beberapa spot sekitar Machete cafe juga terdapat hammock untuk pengunjung bersantai sambil menunggu pesanan. Dan yang terpenting, meskipun berada di kawasan hutan pinus, di cafe ini juga menyediakan layanan free wi-fi loh, asik kan?




Usut punya usut, ternyata cafe yang mulai dibuka sejak bulan ramadhan kemarin ini belum sepenuhnya selesai. Nantinya, selain difungsikan sebagai cafe, tempat ini juga akan difungsikan sebagai tempat wisata yang menyediakan banyak spot menarik untuk selfie, wefie, juga playground untuk bermain anak anak. Jika sekarang cafe hanya dibuka dari jam 9 pagi hingga jam 4 sore, maka selanjutnya cafe akan dibuka sampai malam hari. 


Tapi jangan cemas, meskipun belum sepenuhnya selesai, menu makanan dan minuman yang dihidangkan sudah lumayan lengkap. Seperti lalapan, soto, nasi goreng, dan bakmi goreng. Juga ada makanan ringan seperti lumpia, pisang bakar, juga jajanan khas batu, sempol. Untuk minumannya, aku rekomendasikan kopi hitam asli Dampit, ataupun susu sapi murni yang didapat langsung dari peternak sapi yang ada di sekitar kawasan Coban Rais.

Oh iya, untuk masuk di kawasan cafe Machete, anda harus masuk ke kawasan wana wisata Coban Rais terlebih dahulu tepatnya di desa Oro Oro Ombo kecamatan Batu, kota Batu. Yang pasti, kalau anda pengen reunian atau sekedar kongkow kongkow bareng temen, cafe ini recomended banget deh.


***********
Untuk reservasi homestay murah di kota Batu bisa menghubungi 081334338080

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Wow! Ada Pagupon camp dan Indian camp di Coban Talun, kota Batu

Homestay, Penginapan Alternatif di Kota Batu

Wana wisata Coban Rais, Mendadak nge-hits Karena Medsos