Sate Klopo Man Oedik, Bukan Sate Biasa

Sate klopo

Ceritanya putriku lagi gak enak makan dan ngajakin emaknya untuk nyari makan di luar. Katanya, dia pengen makan sate, tapi yang enak, sate yang belum pernah kami coba sebelumnya. Nah bingung kan? Ya udah, daripada doi ngambek, aku ajakin aja doi keliling dengan mengendarai motor, dengan harapan nemu warung sate yang sesuai dengan keinginannya. 

Sate ayam, sate kambing, ah sudah terlalu mainstream. Kalau sate klopo? Pernah sih dengar, tapi aku belum pernah sekalipun merasakan kelezatan jenis makanan ini. Bahkan, aku sempat berpikir kalau sate klopo itu terbuat dari irisan daging kelapa yang dibakar. Kudet kan? Haha. Karena penasaran itulah, aku yang sudah meminta persetujuan dari putriku, akhirnya berhenti di depan sebuah warung sate bertajuk "Sate klopo Man Oedik" yang terletak di jalan Panglima Sudirman, kota Batu. Tepatnya di sebelah barat kantor BCA Batu.
Daftar menu

Pertama menjajal sate ini, aku langsung suka. Lezatnya daging sapi ditambah gurihnya parutan kelapa yang dibakar menjadi paduan rasa yang pas di lidah. Iya, sate klopo ternyata bukan sekedar irisan daging kelapa yang dibakar, tapi irisan daging sapi yang dicampur dengan parutan kelapa yang sudah dibumbui, ditusuk di tusukan sate seperti sate pada umumnya, lalu dibakar di atas arang. Saat sedang dibakar-pun gurihnya sate ini sudah menusuk hidung dan membuat perut keroncongan.

Pemilik warung (tengah)

Sate klopo

Sate klopo, seperti juga sate ayam atau kambing, biasa disajikan dengan bumbu kacang, kecap, dan irisan bawang merah, lalu dimakan bersama nasi atau lontong. Aku dan putriku lebih memilih lontong untuk menemani sate klopo kami.

Aku sempat bertanya kepada si pemilik warung sate ini tentang kebiasaan orang Indonesia yang memasak daging sapi dalam waktu yang sangat lama, dan apakah sebelum dibakar, daging sapinya direbus terlebih dahulu. Dan si pemilik "sate klopo Man Oedik" yang juga dikenal sebagai budayawan dan ketua Parfi kota Batu, Syamsu Soeid, menjawab bahwa daging sapi memiliki karakteristik lebih cepat matang dibandingkan dengan daging ayam sehingga tidak perlu direbus dulu sebelum dibakar. Lagian kalau direbus dulu rasanya jadi tidak gurih lagi, karena gurihnya larut ke air kaldunya. Benar juga ya. Hehehe.

Bakwan sayur Mang Oedik

Satu porsi sate klopo Man Oedik dihargai rp. 15.000 saja, murah kan? Murah, tapi rasanya dijamin tidak murahan. Selain sate klopo, di warung ini juga menjual masakan khas jawa, rawon. Harganya juga murah, cukup rp. 10.000 saja per porsinya. Ada juga beberapa menu gorengan yang dijual seperti original jemblem, original samblek, bentoel goreng, dan bakwan sayur. Yang pasti, kalau anda menginginkan menu sate yang tidak biasa biasa aja, warung ini recomended banget deh.


Sate klopo Man Oedik:  Jl. Panglima Sudirman No.19, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65311


***
Untuk pemesanan homestay murah di kota Batu, anda bisa menghubungi nomer ini 081334338080


Comments

Popular posts from this blog

Wow! Ada Pagupon camp dan Indian camp di Coban Talun, kota Batu

Homestay, Penginapan Alternatif di Kota Batu

Wana wisata Coban Rais, Mendadak nge-hits Karena Medsos