[Fiksi] Kuntilanak Jatuh Cinta


"Bulannya sangat indah ya, dari tadi aku lihat kamu memandanginya terus." Kunti menoleh ke sumber suara, dia melihat sesosok hantu ganteng, baju yang dikenakannya rapi, rambutnya klimis, telinganya panjang, dan 2 taring menyembul dari mulutnya yang tengah tersenyum, manis sekali. 

Kunti tersenyum, "begitulah, hi hi hi.."

"Oh iya, namaku Drako, kata papaku, Drako itu kepanjangan dari drakula keren oy!, ha ha ha.." hantu ganteng itu menyodorkan tangannya, kelima jarinya berkuku tajam dan kukunya berwarna hitam. 

"Aku Kunti, eh, kamu pake kutek ya?, tuh kukumu hitam," Kunti mulai usil. 

"Hah?, gak lah, emangnya eike hantu apaan?," Drako menjawab sambil menjentikkan jari seperti bencong Taman lawang. 

Sejurus kemudian Drako memandangi sosok hantu cantik di hadapannya, Kunti mengenakan terusan warna putih, cocok dengan rambut panjangnya yang dibiarkan terurai dan hampir menutupi separuh wajahnya. Dan dia mempunyai senyum yang sangat manis dari bibir merahnya yang seksi. 

"Kunti kok sendirian aja disini, emangnya gak ikut nakut nakutin manusia seperti hantu hantu yang lain?, ini kan waktu yang pas banget untuk itu?" Drako bertanya sambil memasang wajah imut. 

"Hi hi hi, aku males ah, pernah nih ya, aku iseng iseng mau nakutin manusia yang lagi lewat depan kuburan, aku langsung muncul depan dia sambil ketawa kenceng khas kuntilanak dan pasang muka paling sadis, eh tau gak manusianya bilang apa?" 

"Apa emangnya?" 

"Eh, si eneng cantik cantik kok jadi kuntilanak, mending juga jadi pacar abang," Kunti manyun. 

"Uuugh, siapa yang gak bete coba?, betenya tuh udah kayak pas kamu lagi asik ngelamunin Dude Herlino terus direcokin sama genderuwo yang rambutnya super gimbal dan baunya macam air comberan, eh omong omong kamu tau gak kapan terakhir kalinya genderuwo keramas?" Kunti menyorongkan badannya ke arah Drako sambil memasang muka lucu.

"Haaah?" Drako tertawa makin keras, "emangnya genderuwo pernah keramas?, ha ha ha, lagian kamu terlalu cantik sih, jadi manusianya bukannya takut, malah naksir, ha ha ha.." Kunti yang mendengar jawaban Drakopun mendengus kesal. 

Malam itu adalah pertemuan pertama antara Drako, si pangeran drakula, dan Kunti, kuntilanak cantik. Dan sejak malam itu, hampir tiap malam mereka ketemuan, kadang mereka janjian di kuburan, kadang di atas pohon beringin, kadang diatas genteng rumah pak Haji, pernah juga di dalam pos kamling karena sedang hujan. Mereka ngobrolin banyak hal, dari obrolan tentang putri drakula dari kerajaan tetangga yang kepo, saudara saudara Kunti yang bawel, film Titanic, sampai ngobrolin hantu hantu newbie korban kecelakaan atau bunuh diri.

***

Di malam yang ke 109, Kunti sedang bergelayutan di akar beringin sambil menunggu Drako ketika sesosok genderuwo mendatanginya.

"Kunti, apa sih yang kamu suka dari Drako?, dia itu kan bukan hantu asli Indonesia, dia gak pantes buat kamu, mending kamu pacaran sama hantu lokal, aku!," genderuwo menyeringai seram.

"Pacaran?, siapa yang pacaran?, Drako itu sahabat aku dan aku cocok banget bersahabat dengan dia," Kunti menjawab ketus.

"Sahabat?, jadi Kunti masih jomblo ya?, pacaran sama aku yuk," rayu genderuwo.

"Ih ogah, mending kamu pacaran ma yang lain aja deh, sama suster ngesot kek, tante pocong kek, atau nenek gayung sekalian, gimana?," jawab Kunti pura pura serius.

"Ah sudahlah!, nolak ya nolak aja, gak usah menghina gitu!" genderuwopun pergi membawa luka hati.

"Pacaran?, emangnya pacaran itu enak ya?, hi hi hi,"  Kunti tersenyum sendiri membayangkan dirinya dicium hantu ganteng, Drako.

"Hayoo, lagi ngelamunin aku ya?ngakuu.." Kunti kaget.

"Enak aja, gak, lagian darimana sih?, lama amat," Kunti pura pura ngambek sambil menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah.

"Tadi nyari makan dulu, laper, menghisap darah!" terang Drako dengan gaya sok seram.

"Darah manusia?, serius kamu?"

"Ha ha ha, gak lah, darah ayam, bebek, atau hewan lain gitu deh."

"Drakula bukannya menghisap darah manusia?" tanya Kunti lagi.

"Enak aja, kamu pikir kami nyamuk apa?, darah manusia tuh pahit, kebanyakan dosa. Apalagi sekarang manusia tuh banyak penyakitnya, kalo kami menghisap darah manusia, terus tertular AIDS gimana? kan serem, hiii," jawab Drako sambil bergidik ngeri.

"Bener juga ya, hi hi hi.."

***

Malam ke 133, Kunti sedang asik bercengkrama dengan burung hantu saat Drako datang dengan mukanya yang kusut.

"Kenapa kamu Drako? laper? gak dapet ayam buat dihisap darahnya ya? tanya Kunti.

"Bukan itu, ini soal papaku Kun, masa aku mau dijodohkan sama putri drakula dari kerajaan drakula Skotlandia? hari gini dijodohin, gak banget deh," jelas Drako sambil menekuk mukanya.

Kunti terperanjat dan hampir jatuh dari dahan pohon beringin tempat dia duduk, "Dijodohkan? maksud kamu, kamu mau dinikahkan?" air mata Kunti berkumpul di kelopak matanya yang sendu.

"Iya, kecuali kalau aku punya alasan yang cukup bagus buat menolaknya."

"mmmmp, terus kamu punya alasan gak?" tanya Kunti lagi.

"Ada, tapi kamu bantu aku ya, aku mau ngenalin kamu sebagai pacarku ke papa, mungkin kalau dia tau aku punya pacar perjodohan itu bakal dibatalkan, mau ya Kun, tolong.." Drako menjawab dengan muka yang memelas.

"Aku? tapi aku malu Drako, kamu lihat aku, aku pasti kalah jauh dibandingkan dengan putri dari Skotlandia itu," Kunti hampir menangis.

"Gampang itu sih, kamu tinggal ganti baju kamu dengan baju yang lebih cantik, gaun pesta berwarna pink misalnya, ha ha ha.."

"Pink? kalau aku pake pink, aku bukan jadi kuntilanak lagi Drako."

"Jadi apa dong?"

"Pita kado valentine! hi hi hi.."

"Ha ha ha, bisa aja kamu nih, dasar tali pocong," goda Drako yang membuat pipi pucat Kunti merona merah.

***
Malam ke 149, malam ini adalah malam dimana Kunti akan dikenalkan ke keluarga Drako, Kunti terlihat makin cantik dengan gaun putih terusan panjang, rambutnya yang biasanya berantakan juga sudah disisir rapi dan diberi poni, sekuntum bunga kamboja diselipkan di telinga kirinya, penampilan spesial untuk malam yang spesial. Drako terpesona saat melihat Kunti masuk di kastil tuanya yang besar, dan dengan pandangan penuh cinta dia menggandeng pujaan hatinya itu untuk dikenalkan dengan keluarganya. Semua mata tertuju pada pasangan hantu yang serasi itu sambil berdecak kagum.

"Calon istri yang sempurna Drako," mereka menoleh ke sumber suara dan menemukan sesosok hantu tampan sedang tersenyum ke arah mereka.

"Kunti, ini papaku, King Drakula," Drako memperkenalkan Kunti kepada papanya.

"Kunti om," jawab Kunti gugup.

"Gak usah tegang begitu, dinikmati saja pestanya, anggap rumah sendiri," King drakula tersenyum sambil menepuk pundak Kunti. Dan bayangan Kunti tentang keluarga Drako yang menyeramkan lenyap sudah, ternyata mereka sangat ramah dan menerima Kunti dengan baik.

"Eh, putri yang mau djodohkan sama kamu mana sih?, kok dari tadi aku gak lihat?" Kunti baru ingat tujuan awal dia datang ke kastil keluarga Drako.

"Mmmmp, Kunti, ma'afin aku ya, sebenarnya aku gak sedang dijodohkan sama siapapun, aku berbohong agar kamu mau datang kesini, aku sayang sama kamu Kunti," jawab Drako pelan.

Kunti menatap Drako lama. "Aku, aku juga sayang kamu Drako. Dima'afin deh, eh omong omong, pacaran itu enak gak ya?" Jawab Kunti akhirnya.

"Rasakan sendiri aja," jawab Drako lalu mulai mencium lembut bibir kekasihnya yang cantik.




Comments

Popular posts from this blog

Wow! Ada Pagupon camp dan Indian camp di Coban Talun, kota Batu

Homestay, Penginapan Alternatif di Kota Batu

Wana wisata Coban Rais, Mendadak nge-hits Karena Medsos