Wana wisata Coban Rais, Mendadak nge-hits Karena Medsos

Bolang welfie bareng di BFG

Desember, di saat semua orang menikmati liburan mereka di akhir tahun, aku malah disibukkan dengan pekerjaan. Jika anda tinggal di kota Batu dan pekerjaan nya berhubungan dengan pariwisata, anda pasti tahu jelas apa maksudku. Dan karena kesibukanku itu, aku tidak pernah bisa ikut berbagai kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Malang Citizen (Blogger Malang Raya), maupun Bolang (Blogger Kompasiana Malang) untuk mengeksplorasi tempat tempat wisata di daerah Malang dan sekitarnya.

Nah, di awal tahun, disaat semua orang mulai sibuk dengan pekerjaannya dan aku sudah banyak waktu luang, aku mengajak teman teman yang bergabung di Bolang untuk sedikit me-refresh pikiran dengan mengunjungi tempat wisata yang sedang nge hits di media sosial yang kebetulan hanya berkisar 1,5 km dari rumahku. Aku juga sengaja mengosongkan Eren Homestay, yang terkenal sebagai salah satu penginapan murah di Kota Batu untuk mereka menginap. Jadi di sabtu malam kami bisa ngobrol santai sambil membahas agenda kegiatan Bolang untuk tahun 2017 dan minggu paginya kami akan langsung meluncur ke lokasi wana wisata Coban Rais.

Bicara tentang Coban Rais, air terjun yang sangat indah ini adalah tempatku bermain bersama teman temanku di waktu kecil. Meskipun jalurnya sangat sulit dengan pohon pohonnya yang masih lebat dan jarak tempuh sekitar 1,5 jam berjalan kaki, kami senang senang saja mbolang kesana karena semua usaha untuk sampai kesana itu tidak sia sia. Kami biasanya main air di kolam air alami yang terbentuk oleh derasnya aliran air terjun. Jika sekarang anda bilang airnya begitu dingin, bayangkan bagaimana dinginnya air itu lebih dari 20 tahun lalu, brrrrr. Tapi setiap kesana kami malah bermain air dengan gembira, lalu pulang kedinginan dengan baju yang basah, dan sampai di rumah masih dimarahi orang tua. Lucu juga kalau mengingatnya, haha.

Penjaga loket di pintu masuk wana wisata Coban Rais

Penjaga pintu masuk BFG

Minggu pagi usai sarapan, kami segera meluncur ke lokasi dan ternyata disana sudah sangat ramai dengan pengunjung. Banyaknya orang yang datang membuat kami semakin penasaran, se bagus itukah wana wisata Coban Rais sekarang ini sehingga banyak orang dari luar kota Batu yang menjadikannya jujugan untuk berwisata. 

Untuk masuk ke lokasi wana wisata, kita diharuskan membeli tiket masuk sebesar rp. 10.000, tidak terlalu mahal jika dibandingkan tiket tempat wisata lain di kota Batu. Usai memarkir mobil, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dengan jalur yang sangat licin karena hujan gerimis sejak semalam tak kunjung reda. Jangan berpikir jalannya sudah di paving atau diaspal, jalannya masih berupa tanah, masih sama seperti yang kulalui saat kecil dulu. Setelah kira kira 1 km perjalanan, kami sampai di wahana wisata baru yang diberi nama Batu Flower Garden. BFG ini terletak di sebuah bukit yang kemudian disulap menjadi taman bunga dan beberapa spot foto dengan fotografer profesional yang akan membantu pengunjung untuk mendapatkan foto sebagus mungkin. Masuk ke wahana wisata ini kita masih diharuskan membayar lagi sebesar rp. 25.000 untuk 5 wahana dengan 2 spot foto gratis. Kalau ingin nambah foto di spot foto lain, kita harus mengeluarkan rp. 10.000 per spot nya. Wahana yang ada di BFG diantaranya adalah taman bunga di bukit bulu, hammock, ayunan, pinus, dan spot foto berbentuk i love you.

Wahana yang berada di lokasi paling bawah adalah ayunan, tapi karena untuk masuk ke wahana ini kita harus menggunakan tiket yang dibeli di bukit bunga yang letaknya lebih jauh, kita bisa menjadikannya jujugan terakhir setelah puas mengunjungi 4 wahana lain. Dari tempat ini kita bisa melihat air terjun Coban putri yang terletak di dasar lembah, tapi jika kita ingin mengunjungi air terjun tersebut, kita tidak bisa langsung turun di lokasi, tapi harus lewat bawah, tepatnya di desa Tlekung.

Welfie dengan background air terjun Coban Putri

Harus extra hati hati agar tidak jatuh

Puncak bukit berbunga

Wahana wisata yang berikutnya adalah bukit berbunga. Kita bisa membeli karcis di pintu masuk untuk semua wahana. Saat berada di bukit yang penuh bunga ini  dan pengen selfie selfian, tiba tiba hati ini deg degan an, tanganku juga gemeteran, dan ini bukan karena aku ketemu cowok ganteng, tapi karena taman bunga ini di waktu hujan menjadi sangat licin  dan tidak aman apalagi untuk anak anak. Dengan kemiringan berkisar 45° dan tanpa pagar pengaman, aku tidak bisa membayangkan jika ada yang terpeleset lalu jatuh ke bawah. Ckckck.

Di dalam lokasi taman ini terdapat 3 spot foto yaitu di tengah taman bunga, di spot berbentuk love, dan di pohon pinus. Pengunjung diwajibkan antri untuk sekedar selfie dengan bantuan fotografer profesional, bukan dengan kamera yang dibawa sendiri. Karena aku bukan tipe orang yang suka bergaya di depan banyak orang yang sedang antri, aku memutuskan untuk tidak ikut berfoto, hiks. Di sebelah wahana taman bunga ada satu spot lagi berbentuk I love you, kalau anda jomblo, siap siaplah untuk baper karena yang berfoto biasanya berpasangan. Di sebelah utara, ada satu wahana lagi yaitu hammock, anda bisa merasakan sensasi selfie di hammock yang berada di tengah pohon pinus.

Wahana ayunan dengan view keren

Spot foto berbentuk hati

Spot foto pinus

Hammock diantara pohon pinus

Sebenarnya, sebelum ada Batu Flower Garden, wana wisata Coban Rais lebih sering digunakan untuk wisata out bond, paint ball war game, off road, juga camping. Bahkan saat aku masih usia SMU, bukit bulu, yang sekarang menjadi bukit berbunga BFG adalah tempat camping favorit ku bersama teman teman terutama di malam tahun baru. 

Untuk keseluruhan, sebenarnya wahana wisata ini cukup bagus apalagi ditunjang dengan pemandangan hutan pinus yang masih alami dan udaranya yang juga sejuk. Tapi sayang, fasilitas seperti jalan dan pagar pembatas untuk menunjang keamanan pengunjung, belum maksimal dan terkesan asal asalan kalau tidak boleh dibilang terburu buru.

Usut punya usut, ternyata Batu Flower Garden ini baru selesai 5% dari rencana pengembangan yang mencakup 5 hektar lahan hutan. Tapi jika memang belum siap, kenapa sudah dibuka untuk umum dan sangat ramai pengunjung?. Ternyata ini adalah akibat dari The Power of Social Media. Jadi ceritanya, saat ada seorang pengunjung yang akan pergi ke Coban Rais dan lewat di BFG yang sedang dikerjakan, dia memfoto nya dan mengunggahnya ke media sosial, yang akhirnya mengundang banyak orang yang ingin melihat sendiri keindahannya. Dan karena takut terjadi sesuatu dengan pengunjung, akhirnya wahana wisata ini dikarciskan sekalian sehingga pengunjung bisa mendapatkan asuransi.

Ramainya pengunjung 

Sejak ada BFG, jumlah pengunjung wana wisata Coban Rais melonjak tinggi, dari 300-400 orang per-minggu, menjadi 700-800 orang saat week day, dan 2000-2500 orang saat weekend. Puncaknya saat tahun baru kemarin, pengunjung mencapai 6800 orang dalam sehari. Jumlah yang sangat fantastis untuk tempat wisata yang baru 5% pengerjaan. 

Nah, untuk pengunjung yang pernah datang kesini dan pulang dengan ucapan, "halah, begitu doang!" tunggulah sampai 2 tahun ke depan dan wana wisata ini selesai 100%, pasti anda akan berdecak kagum, dan berujar, "AWESOME!"

Oh iya, kalau kebetulan berkunjung ke tempat ini dan butuh homestay murah di Batu, boleh hubungi saya loh (081334338080) wkwkwk, promosi. 



Comments

Popular posts from this blog

[Fiksi Kuliner] Soto Istimewa untuk Suamiku

Homestay, Penginapan Alternatif di Kota Batu