Bermain dan Belajar di Taman Kelinci, Wahana Wisata Baru di Malang

Penampakan taman kelinci dari atas

Kota Batu, kota yang lebih dikenal sebagai kota wisata ini terus berbenah diri agar wisatawan tidak merasa bosan dengan tempat wisata yang "itu lagi, itu lagi!" Selain wahana wisata buatan yang selalu berkembang, seperti Jatim park grup yang sedang membangun Jatim park 3, atau Dino park, wisata yang berbasis alam juga terus bermunculan. Wisata petik apel di Sidomulyo, wisata petik jambu di Bumiaji, Kampung wisata tani di Temas, Apache camp di Coban Talun, atau wana wisata Coban Rais dengan Batu Flower Garden nya, adalah beberapa diantaranya. 

Malang Citizen di pintu masuk taman kelinci

Di lokasi wisata gunung Banyak yang selama ini terkenal dengan wisata paralayang dan rumah kayunya, juga ada tempat wisata berbasis alam yang baru loh, Rabbit field, atau bisa juga disebut Taman kelinci. Karena taman yang terletak di desa Pandesari, kecamatan Pujon, kabupaten Malang ini berbatasan langsung dengan kota Batu bagian barat, jadi boleh lah kalau kita jadikan referensi saat berkunjung ke kota Batu.

Sabtu, 20 januari 2017 kemarin, Malang Citizen berkesempatan untuk berkunjung ke taman yang dibuka tanggal 26 desember 2016 ini, dan aku ikut di dalam rombongannya. Yang pertama terpikir saat masuk di kawasan wisata ini adalah banyaknya spot untuk berfoto selfie atau wefie.  Di tempat ini juga ada rumah hobbit yang membuat kita serasa berada di desa Shire dalam cerita The Lord of the ring.

Rumah hobbit

Salah satu spot foto

Selain selfi-able, di taman ini pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan kelinci yang dibiarkan bebas berkeliaran di taman. Kelinci sendiri adalah jenis hewan yang mudah berinteraksi dengan manusia, tapi tentu saja perlakuannya tidak boleh sembarangan karena kelinci juga termasuk binatang yang mudah stress. Itu sebabnya, di taman kelinci ada beberapa orang petugas yang mendampingi pengunjung saat ingin bermain main dengan kelinci untuk mengajarkan kepada pengunjung khususnya anak anak, bagaimana cara memperlakukan kelinci dengan baik dan benar.

Kelinci juga merupakan hewan yang tidak suka berpanas panasan, oleh karena itu waktu berkunjung yang paling tepat ke taman kelinci adalah sekitar jam 3 sore. Di waktu itu, matahari tidak terlalu terik dan kelinci keluar dari kandang untuk mencari makan sehingga kita bisa leluasa bermain bersama mereka.

Pak Budi (kaos biru tua) sedang ngobrol bersama MC

Taman kelinci ini berada di bawah manajemen Plaza Garden yang juga mengelola perumahan di sekitar taman kelinci. Pak budi, pemilik manajemen Plaza Garden menjelaskan bahwa kawasan ini awalnya merupakan lahan yang diperuntukkan untuk perumahan, tapi karena kemudian beliau berpikir bahwa anak anak sekarang sangat tergantung dengan gadget dan jarang beraktivitas di luar rumah, maka akan sangat berguna jika dibuat sebuah taman yang ramah anak dimana anak anak tidak hanya bermain dan bersahabat dengan alam, tapi juga bisa belajar tentang berbagai hal.

Itu sebabnya dari 6 hektar lahan, 3 hektar diantaranya sudah dibangun perumahan, dan 3 hektar sisanya akan digunakan untuk tempat wisata edukatif bagi anak. Taman kelinci sudah dibuka untuk umum, dan ke depan, di kawasan ini juga akan dibangun taman antariksa, dan wisata perah sapi serta pengolahan susu. Di sebelah taman kelinci juga terdapat kebun strawberry dengan view yang sangat indah. Di kebun ini pengunjung bisa memetik strawberry sendiri jika kebetulan sedang berbuah. 

View indah di kebun strawberry

Tiket masuk ke tempat wisata ini tergolong murah meriah, rp. 10.000 untuk taman kelinci, dan rp. 5000 untuk masuk ke kebun strawberry. Oh iya, kalau kita lapar, di taman kelinci juga ada tempat makan yang asik loh, Cafe Kampoeng, begitu namanya. Ada beberapa menu seperti sop buntut, spaghetti, cap jay, ayam goreng, dan menu menu lain yang siap memanjakan lidah kita saat menikmati suasana pegunungan yang sejuk.

Secara keseluruhan, tempat wisata ini sudah cukup bagus, hanya saja fasilitas jalan untuk menuju ke taman ini bisa dibilang tidak memadai. Jalan sempit dengan kerusakan yang cukup parah harus kita lalui untuk menuju kawasan wisata yang bersebelahan dengan kawasan wisata paralayang dan rumah kayu ini. Tentu saja hal ini cukup mengganggu, apalagi jika kita mengendarai motor matic.

Sebuah ironi, kawasan wisata yang mulai nge-hits di kalangan wisatawan, tapi fasilitas jalannya tidak memadai. Dan ini tentu menjadi kode keras untuk Pemda Malang agar bersedia memperbaiki akses jalan. Karena semakin bagus fasilitas yang disediakan, semakin puas dan semakin banyak pula pengunjung yang datang, makin banyak pula uang yang masuk ke kas Pemda, bukan begitu?

****

Untuk pemesanan homestay murah di kota Batu hubungi nomer ini saja ya 081334338080


Comments

Popular posts from this blog

Wow! Ada Pagupon camp dan Indian camp di Coban Talun, kota Batu

Homestay, Penginapan Alternatif di Kota Batu

Wana wisata Coban Rais, Mendadak nge-hits Karena Medsos