Bakso Beranak, Bakso Kekinian yang Bikin Kenyang

Penampakan bakso beranak

Maksud hati mau mengurangi jumlah kalori dalam tubuh dengan pergi ke sanggar senam, eh sanggarnya tutup, mungkin ini karena cuaca yang memang sedang hujan. Tiap hari senin, rabu, dan jum'at sore, aku memang punya jadwal berolahraga terutama senam aerobic, yang berbarengan dengan jadwal putriku latihan basket. Tak kurang akal, aku menyiasatinya dengan cara menjemput putriku terlebih dahulu, lalu membawanya ke tempat senam. Dia tak keberatan untuk menunggu emaknya berolahraga selama satu jam.

Tadi sore, seperti biasa, aku menjemput putriku di tempat latihan basket, lalu meluncur ke tempat senam. Tapi apa daya, sanggar senamnya tutup, dan rencana bakar kalori-pun gagal total. Putriku yang setengah basah karena terkena hujan, akhirnya mengajakku untuk mencari warung bakso. "Kan udah di Batu ma, masa langsung pulang," kilahnya. Dan aku mengiyakan.

Kami akhirnya menuju warung bakso langganan kami yang terletak di sebelah utara stadion Gelora Brantas, Batu. Di warung ini terdapat berbagai macam jenis bakso sapi, ada bakso halus, bakso urat, bakso jumbo, bakso isi telur puyuh, dan bakso favorit putriku, bakso isi keju. Penyajiannya juga tak melulu direbus dengan kuah bakso seperti biasanya, tapi ada juga yang dibakar, atau biasa disebut bakso bakar, bakso sapi yang ditusuk menggunakan tusuk sate, lalu dibakar dan disajikan dengan bumbu kacang yang sama seperti bumbu sate pada umumnya.

Bakso bakar

Meskipun sedang hujan, pengunjung yang datang ke warung ini tetap banyak seperti biasanya. Maklum, selain karena letaknya yang strategis, bakso yang dijual disini juga lumayan enak jika dibandingkan dengan warung bakso lain. Saat sedang sibuk memilih bakso, aku melihat ada bakso jenis baru yang dijual di warung ini, namanya bakso beranak. Bakso beranak, lucu juga kan namanya. Masa iyes bakso bisa beranak, kalau benar, bidannya siapa, puskesmasnya dimana, pakai BPJS atau mandiri ya kira kira? halah, ngelantur.

Aku sebenarnya sudah sering mendengar istilah bakso beranak tapi belum pernah kesampaian untuk mencicipinya. Bakso beranak sendiri pertama kali dipopulerkan oleh sebuah warung bakso di daerah Sidomulyo. Karena namanya yang aneh dan foto fotonya banyak tersebar di media sosial, bakso beranak dengan cepat dikenal oleh penggemar bakso terutama di daerah kota Batu. Aku pernah hunting bakso jenis baru ini sampai ke Sidomulyo tapi malah kesasar dan akhirnya pulang karena warungnya memang terletak di tengah perkampungan, dan susah dicari. Tapi dasar rejeki, tak dapat di Sidomulyo, sore ini malah dapat di warung bakso langganan. 

Bakso beranak ternyata bakso yang berukuran besar, dan di dalamnya terdapat beberapa bakso yang berukuran mini. Rasanya sih sama saja dengan bakso biasa, tapi nama dan penyajiannya yang bikin penasaran. Kreatif juga ya orang yang pertama kali punya ide membuat bakso ini dan menamainya dengan bakso beranak. Kalau aku penemunya, mungkin aku akan menamainya " Bakso hamil kembar 4," hihihi.

Satu buah bakso beranak dihargai rp 8000 karena memang ukurannya yang lebih besar dibanding bakso lain. Sekedar sharing, bakso isi keju, bakso urat, dan beberapa jenis bakso lain dijual dengan harga rp 3000 per bijinya. Tapi jangan salah, satu buah bakso beranak sudah bisa mengenyangkan perut loh, apalagi kalau masih ditambah somay, tahu, atau mie sebagai pelengkap. Haha. Ya sudah, mari kita makan, bakar kalorinya lusa saja deh, #eh.



Comments

Popular posts from this blog

Wow! Ada Pagupon camp dan Indian camp di Coban Talun, kota Batu

Homestay, Penginapan Alternatif di Kota Batu

Wana wisata Coban Rais, Mendadak nge-hits Karena Medsos