Pembukaan Batu Internasional Islamic Tourism 2016, disambut kabut tebal

Tari sarung

Kemarin, Jumat 2 desember 2016, semua anak sekolah di kota Batu (khususnya yang beragama islam) dianjurkan untuk memakai pakaian muslim ke sekolah, begitu juga putriku. Dia bilang, hari ini adalah hari pembukaan  "Batu Internasional Islamic Tourism 2016" yang akan berlangsung dari tanggal 2-4 desember di Balai kota Among Tani Kota Batu. Pembukaannya sendiri akan dilaksanakan di stadion Gelora Brantas kota Batu, dan akan dibuka oleh walikota Batu, bapak Eddy Rumpoko.

Sejak pulang dari sekolah, putriku sudah ngotot untuk melihat acara pembukaan "Batu Internasional Islamic Tourism 2016" di stadion Gelora Brantas. Padahal, siangnya aku baru saja berobat karena terkena flu dan radang tenggorokan. Tapi namanya anak, yawes emaknya ngalah, hehehe.

Kabut tebal menghalangi pandangan penonton

Acara dimulai pukul setengah delapan malam dengan dikumandangkannya salawat Nabi Muhammad SAW yang dibacakan oleh ratusan orang yang tergabung dalam Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) cabang Kabupaten Malang.Sayangnya, penampilan mereka tidak begitu terlihat karena pengaruh kabut yang begitu tebal, padahal panitia sudah berusaha memperjelas jarak pandang dengan permainan lampu di sekitar panggung. Di musim hujan seperti sekarang, kota Batu yang terletak di dataran tinggi, memang sangat sering diselimuti kabut. Penampilan mahasiswa Universitas Islam Negeri Malang yang membawakan tari Saman, juga penampilan tari kontemporer yang seharusnya menghibur pengunjung, terasa tidak maksimal karena masih terhalang kabut tebal. Kabut baru mulai menghilang sekitar satu jam setelah acara dimulai. 


Tari panen

Setelah pembacaan Tilawatil Qur'an, acara dilanjutkan dengan Pagelaran Islam Nusantara yang diisi berbagai macam tarian yang dibawakan oleh setidaknya 500 muda mudi dari kota Batu dan sekitarnya. Tak ketinggalan, di atas panggung juga ada seorang penari yang menarikan tari Sema, tarian sufi yang sangat religius yang berasal dari Timur tengah. Penari terus  berputar mengikuti alunan musik, dimana semakin lama, putaran itu kian cepat dan panjang. Fantastis!

Tari api

Tari pecut dan banteng unyu unyu

Pagelaran Islam Nusantara diantaranya diisi dengan tari api, tari umbul umbul, tari panen, dan tari sarung. Tak ketinggalan juga tari pecut yang biasanya ditarikan untuk mengiringi seni Bantengan, kesenian khas kota Batu. Bedanya, kali ini banteng yang ditampilkan terlihat lebih unyu unyu dan colourfull dibandingkan banteng yang biasa kita lihat. Tak ketinggalan juga penampilan muda mudi yang mengenakan kostum karnival dengan berbagai model yang menambah semaraknya acara. 

Bapak Eddy Rumpoko beserta undangan (foto: Malang voice)

Usai pagelaran islam nusantara, acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan "Batu Internasional Islamic Tourism 2016" oleh walikota kota Batu, bapak Eddy Rumpoko, yang didampingi oleh Ketua Panitia, Ketua PCNU Kota Batu, dan perwakilan dari Bosnia dengan menabuh bedug dan diiringi musik orkestra dan kembang api.

Event ini sendiri sedianya bertujuan untuk mengenalkan kota wisata Batu ke seluruh belahan dunia. Karena itulah di acara pembukaan juga turut hadir perwakilan dari kedutaan besar Bosnia, Ukraina, Pakistan, Korea selatan, vietnam, juga Tiongkok. 

Sayang seribu sayang, pagelaran yang bertajuk "Internasional" ini, terasa kurang meriah dan kurang greget, alias biasa saja. Maaf ya pak wali, maaf ya panitia, namanya juga kritik dari penonton, siapa tahu setelah dikritik, tahun depan kalau ada kegiatan serupa, kegiatannya lebih bagus lagi, hehehe. 

Selfie jelang acara, hehehe

Dan bagi yang ingin melihat pameran wisata islam internasional ini, silahkan datang ke  balai kota Among Tani kota Batu, terbuka untuk umum loh. Yuuuuuk.

Keep shining my shining Batu, lets shine!

Comments

Popular posts from this blog

Wow! Ada Pagupon camp dan Indian camp di Coban Talun, kota Batu

Homestay, Penginapan Alternatif di Kota Batu

Wana wisata Coban Rais, Mendadak nge-hits Karena Medsos