Semarak "Bersih Desa" desa Oro Oro Ombo, kota Batu


Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota wisata Batu, yang juga dikenal sebagai kampung homestay, sedang punya gawe. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai acara Bersih Desa. Acara ini disamping sebagai peringatan hari jadi desa Oro Oro Ombo ke 103, juga dipercaya sebagai sarana penolak bala. Hari jadi desa Oro Oro Ombo sendiri setiap tahunnya diperingati menurut penanggalan Jawa, yaitu setiap hari Senin pahing pada bulan Besar. Pada penanggalan umum, tahun ini bersih desa jatuh pada tanggal 19 September 2016.


Acara bersih desa diawali dengan ziarah ke makam Bedah Kerawang, atau  leluhur yang pertama kali membuka lahan untuk dijadikan perkampungan. Bedah Kerawang desa Oro Oro Ombo terdiri dari 4 orang yang masing masing dimakamkan di dusun Dresel, dusun Krajan, dusun Gondorejo, dan di punden desa Oro Oro Ombo.


Usai ziarah makam, acara dilanjutkan dengan kenduri massal, atau selamatan desa. Warga melakukan doa bersama di punden dengan membawa puluhan nasi tumpeng, dan dimulai sejak waktu Subuh. Mereka berdoa supaya seluruh warga desa selalu diberi keselamatan, kerukunan antar warga selalu terjaga, dan tidak ada musibah yang menimpa desa Oro Oro Ombo beserta masyarakatnya. Masih di area punden, usai kenduri massal acara dilanjutkan dengan seni Tayub, dimana para pamong dan tetua desa, menari bersama penari wanita yang biasa disebut ledhek. Acara di punden desa yang juga sebagai makam mbah Brojo, salah satu Bedah Karawang desa Oro Oro Ombo, berakhir sekitar pukul 9 pagi.

Masih di hari senin, dari punden desa, acara Tayub dilanjutkan di halaman lurah kepala desa Oro Oro Ombo, bapak Wiweko. Grup Campur sari yang kali ini diundang untuk meramaikan bersih desa berasal dari Gunung kawi, yaitu Grup Campur sari Dwi Budoyo, pimpinan bapak Dwi Yono. Kesenian Tayub ini berlangsung hingga senin malam, dan dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit dengan dalangnya ki dalang Bagas Gunocarito yang juga berasal dari Gunung kawi. Pagelaran wayang kulit ini berakhir pada selasa pagi.


Setiap tahunnya, acara Bersih Desa Oro Oro Ombo selalu mengadakan pagelaran seni tayub dan wayang kulit. Hal ini dikarenakan karena kedua kesenian ini adalah kesenian kegemaran leluhur desa. Warga masyarakat meyakini, jika pada acara bersih desa, warga tidak mengadakan pagelaran seni tayub dan wayang kulit, maka akan terjadi musibah, atau celaka yang menimpa warga desa. 

Acara bersih desa masih dilanjutkan pada hari selasa, tanggal 20 September 2016, dengan diadakannya karnaval atau karak karakan. Setiap RW di desa Oro Oro Ombo, yang terdiri dari 13 RW, wajib mengikuti karnaval ini. Bahkan, setiap kontingen akan dinilai oleh juri, dan akan dipilih 3 RW sebagai pemenang. Tema dari karnaval tahun ini harus mengangkat kebudayaan asli daerah, hasil pertanian, juga usaha kecil menengah di masing masing RW.


Karnaval dimulai pada pukul 9 pagi dengan rute dari dusun Dresel, lewat dusun Krajan, dan berakhir di dusun Gondorejo. Arak arakan diawali dengan kontingen para pamong desa, mulai dari kepala desa, sekdes, dan kaur pemerintahan, beserta istri masing masing. Di belakang para pejabat pemerintah desa, ada kontingen dari beberapa taman kanak kanak yang ada di desa Oro Oro Ombo, dan dilanjutkan dengan kontingen peserta lomba karnaval dari 13 RW.


Para peserta karnaval berlomba mempertontonkan kreativitas mereka dengan berbagai tema. Seperti RW 1 yang mengambil tema asal mula candi Prambanan dengan lakon Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Di RW 1 sendiri ada beberapa UMKM seperti usaha pembuatan patung, usaha kerajinan biji bijian, dan usaha pembuatan gazebo yang kesemuanya dimanfaatkan untuk mendukung tema cerita Roro Jonggrang tersebut. Ada lagi tema pewayangan dengan cerita Ramayana yang diusung oleh kontingen RW 5. Tema kebudayaan Bali dengan ogoh ogoh berbentuk Hanoman juga turut meramaikan karnaval yang diusung oleh RW 10. Tidak ketinggalan juga ada gunungan hasil bumi yang diusung oleh RW 2.


Penonton tumplek blek di sepanjang jalur karnaval dari garis start hingga ke garis finish yang berada di depan panggung kehormatan dimana bapak Camat Batu, turut hadir sebagai tamu undangan. Meskipun semua kontingen tampil maksimal dan kreatif, tetap saja harus ada yang menjadi pemenang. Dan akhirnya, juara 1 direbut oleh kontingen RW 7, juara 2 oleh kontingen RW 1, dan juara 3 direbut oleh kontingen RW 3. Tidak penting kalah atau menang, yang terpenting adalah semua penonton terhibur, dan acara bersih desa berlangsung penuh suka cita dan meriah.


Setelah 2 hari acara penuh suka cita, di hari ke 3 acara bersih desa dilanjutkan dengan pengajian akbar dengan mengundang KH Ma'ruf Amin dari Malang.  Pengajian ini bertujuan untuk menyeimbangkan antara urusan duniawi, yang ditandai dengan pesta rakyat, dan urusan akherat dengan cara bersyukur kepada Allah swt atas suksesnya acara bersih desa, dan berdoa bersama supaya seluruh warga desa Oro Oro Ombo selalu dalam lindunganNya dan dijauhkan dari mara bahaya. Amin.



Ditulis oleh eren hNt dan semua foto merupakan koleksi pribadi

Comments

Popular posts from this blog

Wow! Ada Pagupon camp dan Indian camp di Coban Talun, kota Batu

Homestay, Penginapan Alternatif di Kota Batu

Wana wisata Coban Rais, Mendadak nge-hits Karena Medsos